Warga Miskin Jakarta Meningkat

Jumlah orang miskin di Jakarta meningkat. Tahun ini, sebanyak 640 ribu jiwa atau 70 ribu Kepala Keluarga tergolong masyarakat miskin. ”Jumlah itu lebih besar dibandingkan tahun lalu, 560 ribu jiwa,”kata Asisten Kesejahteraan Masyarakat DKI Jakarta, Rohana Manggala, dalam acara Pembukaan Rakerda dan Pengukuhan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Balai Kota hari ini.

Menurut Rohana, bertambahnya angka kemiskinan karena dipicu oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak tahun 2005. Dampak kenaikan BBM berimbas pada harga kebutuhan sehari-hari, seperti harga beras.

Untuk memberantas kemiskinan, kata Rohana pemerintah telah mengangarkan dana Rp 1,4 triliun. Dananya diambil dari APBD dan APBN, melalui program BOS, BOP dan Gakin (Keluarga Miskin). Selain itu ada juga bantuan dari swasta, lembaga donor dan bank.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berkomitmen menurunkan angka pengangguran sebanyak 2 persen setiap tahun. ”Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara bertahap, dan dibantu oleh berbagai pihak,”kata Fauzi Bowo dalam sambutan acara Rakerda kemiskinan hari ini.

Penanggulangan kemiskinan di DKI Jakarta akan dilakukan dengan 4 pendekatan. Yakni, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan kapasitas kemampuan masyarakat miskin dan pendekatan perlindungan sosial.

Rudy Prasetyo

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s