PADATNYA IBU KOTA

Jakarta, sebagai ibukota Republik Indonesia pastinya menjadi tujuan dari semua penduduk di Indonesia. Kehidupan di Jakarta sepertinya mewakili dari semua kehidupan di Indonesia, hampir semua yang ada di Indonesia ada di Jakarta. Di Jakarta pula sebagaian orang menyabung hidup mencari sesuap nasi…. Dengana luas 740 km², dengan penduduk sekian ribu manusia, jakarta seakan akan lemari kecil yang dipaksakan memuat berbagai macam pakaian. Kepadatan di Jakarta sangat terasa ketika kita keluar dari rumah, terlihat rumah rumah berdempetan satu dengan yang lainnya, banyaknya gang gang kecil. Ketika menggunakan kendaraan akan lebih terasa padat, ini ciri khas Jakarta. Saya mencoba menuangkan pikiran pikiran bagaimana mengurangi, setidaknya penduduk (secara umum untuk Indonesia,khususnya Jakarta) tidak bertambah untuk 10 tahun kedepan, yaitu :

1. Kembali menggalakan program Keluarga Berencana (KB). Selepas pemerintahan Suharto, KB nyaris tidak terdengar lagi, padahal ini merupakan cara paling efektif menanggulangi pertambahan penduduk yang paling nyata. Dengan dibantu aparat TNI, seharusnya pemerintah “memaksa” seluruh penduduk Indonesia untuk ber KB, jangan pedulikan HAM dsb, karena dengan  2 anak saja sudah lebih dari cukup.

2. Kembali menggalakan program Transmigrasi. Luas Indonesia sangat luas, banyak pulau belum terisi, untuk Kalimantan dan Papua saja masih belum terjamah manusia. Pemerintah seharusnya berani membuka jalan dan membangun kota kota kecil di Kalimantan atau Papua, karena masih banyak sumber sumber alam melimpah ruah yang belum termanfaatkan.

3. Meningkatkan pendidikan di Indonesia, minimal seluruh rakyat Indonesia lulusan S1. Pendidikan, ini meruakan faktor yang cukup mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Di Jepang karena rata – rata pendidikan cukup tinggi, maka mereka enggan mempunyai anak dan lebih berkonsetrasi pada karir masing masing. Ini perlu dicontoh, saat ini pendidikan kita masih sangat buruk, pemerintah harus berani membuat gebrakan yang luar biasa. Dampak dari kepadatan penduduk adalah kepadatan kendaraan di jalan, solusinya dapat dilkukan dengan :

—–1 Melarang penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Dengan dilarangnya pemakaian kendaraan prbadi, maka angkutan umum akan lebih efektif dan akan memperpanjang umur jalan itu sendiri.

—–2. Mewajibkan memakai sepeda sebagai pengganti kendaraan bermotor pribadi. Sepeda itu murah dan ramah lingkungan, tidak banyak perawatan dan tidak ada pajak per tahun, maka sepeda adalah solusi terbaik pengganti kendaraan bermotor pribadi. Mungkin pemikiran saya semua terlalu ekstrim, namun bila dicermati pemikiran saya masih masuk akal untuk dilakukan sebelum adanya bencana kependududkan…

sumber : razz

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s