Bermain Lumpur untuk Selamatkan Teluk Jakarta

 

KOMPAS.com – Matahari mulai menyengat di Jakarta saat seorang siswi SMA tertawa sambil berteriak ”tarik aku dong, tarik aku”. Sejenak kemudian, datang dua temannya membantunya keluar dari lumpur. Tidak jauh dari mereka, puluhan siswa mulai dari sekolah dasar hingga mahasiswa tertawa dan berteriak riuh rendah sambil terendam lumpur hampir sepinggang. Ceria memang suasana di Green Belt Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu (21/11) pagi itu. Ya, mereka memang lagi asyik bermain lumpur sambil menanam bakau.

”Asyik dan seru banget,” tutur Azza (16), siswa kelas II Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan, yang saat itu datang bersama 20 temannya.

”Hanya satu,” katanya sambil tersenyum saat menjawab berapa banyak bakau yang ditanam. Begitu juga dengan Denis, siswa SMP Bina Bangsa, Pantai Indah Kapuk, yang saat itu menanam satu bibit bakau.

Salah satu kesamaan antara Azza dan Denis adalah lumpur yang menempel di pakaian mereka. Bahkan, tubuh mereka dari ujung kaki hingga dada pun berlepotan lumpur.

Walaupun pakaian dan tubuh penuh lumpur, mereka berdua mengaku sangat senang. Apalagi kegiatan bermain lumpur sambil menanam bakau tersebut baru mereka lakukan pertama kali.

Kegiatan Kick Off Penanaman 9 Juta Bibit Bakau di Green Belt Hutan Lindung Angke Kapuk tersebut diikuti oleh 560 peserta dari berbagai komunitas masyarakat dan sekolah. Selain ratusan peserta, acara dalam rangka HUT ke-9 Metro TV itu juga dihadiri oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta serta sejumlah pejabat lainnya.

Saat itu baru 900 dari 9 juta bibit bakau yang ditanam di lokasi tersebut. Sisanya akan ditanam di sepanjang pesisir Jakarta secara bertahap hingga tahun 2014.

Berdasarkan data Juli 2009, dari sepanjang 32 kilometer garis pantai pesisir Jakarta, hanya 3 kilometer yang ditumbuhi bakau. Idealnya, bakau-bakau ini tumbuh di sepanjang garis pantai Jakarta. Paling tidak, bakau-bakau ini menghiasi bibir pesisir Jakarta sepanjang 15 kilometer.

Hutan Lindung Angke Kapuk merupakan sebagian kecil dari sabuk hijau yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Agustus lalu. Karena itu, memang masih diperlukan usaha yang sangat keras agar bakau tumbuh di areal pantai DKI Jakarta, dengan sebaran minimal sepanjang 15 kilometer. Selain itu juga dituntut peran serta berbagai elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menanam ataupun menjaga kelestarian bakau di Teluk Jakarta.

Salah satu elemen warga yang diajak dan telah berperan aktif adalah siswa sekolah. Memang setiap siswa hanya menanam satu batang sambil menikmati asyiknya bermain lumpur di tepi laut. Namun, paling tidak, mereka rela datang ke lokasi, berkotor ria, mengorbankan pakaian, dan menikmati teriknya sengatan matahari Jakarta.

Nah, saatnya kita tunggu peran elemen masyarakat lainnya yang rela berkotor-kotor ria untuk menyelamatkan Teluk Jakarta. Mari kita tunggu bersama-sama.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s